Topoin.com - Anto yang sudah berhasil naik ke dok kemudian berlari ke arah kami mencoba menceburkan kami kembali. Kami sejenak bertatapan dan seringai jahanam Kristo muncul kembali. Kami berdua kini melangsungkan counter-attack dengan berlari ke arah Anto yang sekarang malah terkejut dan berlari berbalik arah.
“Byur!!” Anto berhasil kami “eliminasi”.
“Hahaa..”
Mungkin tidak ada yang tahu pada saat itu bahwa saya membalas tatapan hangat Kristo yang bertahan hingga hampir dua detik. Saya langsung mengagumi tubuh indahnya yang putih bersih yang hanya ditutupi sehelai celana putih basah.
Sangking tipisnya celana itu, bebuluan hitam yang menjadi sarang burungnya nampak jelas dibawah garis penisnya yang tidak kalah menarik dari hasil cetakan basahnya celana tadi.
Saya kemudian membalikan badan karena merasa rish sendiri dan segera mengenakan sarung pemberian Elena takut nanti dikira yang bukan-bukan oleh para tamu lainnya.
Eh, tidak disangka, Kristo kini sudah berada disampingku, merangkulkan tangan kanannya pada pundakku. Berdua kami menatap manusia-manusia yang sok jaim tadi yang ternyata kini heboh sendiri dengan asyiknya laut yang hangat dan jernih itu.
“Bro, sorry yang yang tadi, gue gak kira celana renang lu bakal bener-bener lepas gitu.. Nih..” Tanpa risih ia mengambil celana renang mini-cooper ku itu dari lantai dok dan memberikannya padaku.
“Well, isn’t that what you wanted anyway?” jawabku tersenyum ke arahnya. Mukanya kemudian memerah dan ia bergegas terjun ke air lagi.
Setelah ke-jaim-an masing-masing hilang, malam itu kami isi dengan karaoke (walaupun suara kami pas-pasan, kecuali suara Kristo yang empuk didengar), dilanjutkan main kartu dengan hukuman minum bagi yang kalah.
Karena Kristo belum familiar dengan aturan permainan kartu “lokal”, sering sekali kami sengaja membuat peraturan-peraturan baru sehingga ia harus kalah. Dua jam kemudian terlihat bahwa ia mulai berbicara dan tertawa sekenanya, paling parah dari antara kami semua.
Permainan “truth or dare” kemudian digelar. Pertanyaan itu akhirnya jatuh kepada Kristo.
Artikel Terkait
“Truth or dare. Kamu ga berani bilang perasaan kamu yang sejujurnya pada orang yang sedang kamu taksir!” ancam Roy.
“Dare!” Jawab Kristo.
“Oke coba! Siapa dan rencana kamu apa?” Tanya Jessica.
Kristo dengan sempoyongan berdiri. Kembali bergaya minimalis, alias hanya mengenakan celana Capri saja, tubuhnya yang kenyal dan berkeringat itu bergelimangan cahaya obor yang kami nyalakan.
Tawa mereka menggelegar kembali ketika menyaksikan Kristo yang sudah hampir mabuk itu mencoba berdiri dan merapihkan kemejanya (yang sebenarnya tidak ia kenakan). Lanjut baca!

0 Response to "Viral Bagi Istriku Untuk Joko dan Kristo 2"
Posting Komentar